Luis Milla Dan Warisan Berharga Untuk Timnas Indonesia

Luis Milla Dan Warisan Berharga Untuk Timnas Indonesia

SitusInfoPedia.com - PSSI telah memastikan tidak menggunakan jasa Luis Milla lagi untuk menangani tim nasional Indonesia. Pasalnya kedua kubu tidak mencapai kata sepakat perihal perpanjangan kontrak.

Bima Sakti pun akhirnya secara resmi ditunjuk oleh PSSI untuk menangani timnas Indonesia hingga Piala AFF 2018 mendatang, setelah sebelumnya menjadi pelatih interim skuat Garuda di tiga laga uji coba terakhir.

Baca Juga



Sarana777 | Situs Judi Bola Online Sbobet88 Asia

Sarana777 | Situs Judi Bola Online Sbobet88 Asia



Luis Milla telah mengungkapkan salam perpisahan. Dalam akun instagram pribadinya, Milla mengungkapkan kesedihannya tak lagi bisa melanjutkan pekerjaannya di Indonesia. Bahkan, dia pun mengungkapkan masalah yang terjadi selama menukangi timnas Indonesia maupun timnas U-23.

“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan sebagai pelatih di Indonesia. Sebuah proyek yang lebih dari satu setengah tahun telah berakhir, meskipun manajemen yang buruk, pelanggaran kontrak yang berulang dan rendahnya profesionalisme para pimpinan selama 10 bulan terakhir. Saya pergi dengan perasaan telah melakukan pekerjaan yang bagus,” tulis Milla, Minggu (21/10). Dikutip dari Sbobet88.

Pelatih asal Spanyol ini kemudian menyebut Indonesia sebagai kampung halaman keduanya. Dia juga berterima kasih kepada seluruh staf timnas Indonesia mulai dari Bima Sakti, Bayu Eka Sari (penerjemah Milla), dokter timnas Syarief Alwi, manajer timnas Endri Erawan, hingga para kitman yang bekerja sama dengannya.

Meninggalkan warisan berharga

Banyak warisan yang ditinggalkan Luis Milla baik itu dari sistem permainan hingga talenta muda yang diorbitkannya di timnas Indonesia. Sistem permainan misalnya, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu melakukan evaluasi untuk membentuk skuat solid dan permainan cantik ala Spanyol. Sentuhan satu-dua dengan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 kini menjadi andalan skuat Garuda.

Bermain atraktif mengandalkan penguasaan bola sentuhan-sentuhan pendek dan permainan sayap jadi andalan timnas saat ini. Permainan identik dalam satu dekade terakhir seperti umpan-umpan panjang dan serangan balik sudah tidak ada lagi. Permainan itu dikubur dalam-dalam. Luis Milla menerapkan sepak bola menghibur dan atraktif.

Luis Milla juga telah membentuk pondasi awal untuk timnas Piala AFF 2018. Di berbagai posisi timnas masih mempercayakan jebolan timnas U-23 seperti Hansamu Yama, Ricky Fajrin, Febri Hariyadi, Irfan Jaya hingga Zulfiandi yang naik daun lagi sejak dilatih Milla.

Tak hanya membuat jati diri permainan Timnas yang sangat atraktif dalam menyerang dan penguasaan bola, Luis Milla juga membantu menerapkan sebuah filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia).

Filanesia adalah pondasi permainan sepak bola Indonesia. Filanesia diterapkan untuk membentuk karakter permainan sepak bola Indonesia, satu visi dan misi yang diterapkan dari jenjang amatir hingga profesional.

situs qq uang asli terbaik dan terpercaya

SITUS JUDI QQ TERBAIK

No comments:

Post a Comment